Refleksi HPN ke-80, Ketua IWO Indonesia Kalsel Ingatkan Marwah dan Independensi Pers

SINARBANUA.COM, BANJARMASIN – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 dimaknai sebagai momentum reflektif bagi seluruh insan pers untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap profesionalisme, independensi, dan etika jurnalistik di tengah arus informasi yang kian deras.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Kalimantan Selatan, Gt Mona Herliani, menilai tantangan dunia pers di era digital semakin kompleks. Maraknya informasi tidak terverifikasi, hoaks, hingga framing menyesatkan menjadi ujian serius bagi kredibilitas media dan wartawan.

Menurut Mona, wartawan memegang peran strategis sebagai penjaga nalar publik. Karena itu, setiap produk jurnalistik dituntut hadir secara faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar cepat, apalagi sensasional.

“HPN ke-80 ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Pers dituntut tetap konsisten menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan menghadirkan karya yang mencerdaskan, bukan membingungkan,” ujar Mona, Senin (9/2/2026).

Ia juga menegaskan komitmen IWO Indonesia Kalsel dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia wartawan melalui berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari pelatihan jurnalistik, literasi digital, hingga edukasi etika profesi.

Tak hanya itu, Mona mengajak seluruh insan pers di Banua untuk terus mempererat kebersamaan dan sinergi, tanpa mengorbankan sikap kritis serta independensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Pers yang bermartabat lahir dari jurnalis yang berintegritas. Mari jadikan HPN ini sebagai pemacu semangat untuk menghadirkan informasi yang bermutu dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya. (SB)