“TEJA KAMENAI” Resmi Dirilis, NOEND Gaungkan Solidaritas Global Lewat Musik Rock
SINARBANUA.COM, Jakarta – Kegemaran musik hard rock dan metal, telah dimiliki dari semua personilnya. Bersama Aditya, sejak 2025 NOEND didirikan, Eka merasa memiliki kecocokan bersama personil lainnya. Memainkan musik rock dengan distorsi yang keras. Dengan upaya berkarya.
Meski cukup lama vakum. Sampai akhirnya Eka bertemu Andika salah seorang gitaris kenamaan dari Cikarang, Bekasi. Tak berbasa-basi lagi, Eka kerap bermain gitar bareng Andika, yang akrab dipanggil Dhekok. Berlanjut menyiapkan materi, serta komposisi. Hingga akhirnya Djibrut bergabung memperkuat posisi vokalis utama. Di posisi drum awal, sempat diisi oleh Christian. Sampai akhirnya perubahan formasi drummer berganti Doyok.
Akhirnya lengkaplah personil band NOEND, di antaranya Djibrut Vokal, Lead & Rhythm pada gitar oleh Eka & Andika Dhekok. Serta Aditya pada bass, dan Doyok pada drum.
NOEND berupaya menangkap realitas sosial. Dinamika kehidupan, lingkungan, dan anak muda, dsb.
TEJA KAMENAI
Di tengah aktifitas NOEND dalam waktu penggarapan sebuah album EP di awal tahun 2026 ini. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, peperangan AS-Israel san Iran, menyulut sebuah tragedi kemanusiaan. Peristiwa pemboman di sebuah sekolah putri di kota Minab, Iran. Yang telah memakan korban jiwa anak-anak sekolah beserta staf sekolah, sebanyak 165 orang.
Pemandangan pemakamaman massal 3 Maret 2026, terkhusus Eka sendiri, perlu menuangkan kegelisahan tersebut ke dalam NOEND. Dalam waktu dua jam sebuah lirik lagu dan melodi liriknya berhasil dibuat. Di matangkan kembali aransemennya bareng Dhekok, dan sang vokalis Djibrut. Hingga sebuah garapan lagu yang berjudul, Tehran Jangan Kau Menangis (TEJA KAMANAI) berhasil diciptakan dan dinyanyikan bersama personil lainnya, Adit, dan Doyok.
Lagu ini tercipta dari sebuah inspirasi keadaan yang menimpa dunia.
Bagi NOEND, hal ini sekaligus mewujudkan semangat solidaritas kemanusiaan, dan kecaman atas peperangan yang terjadi.
NOEND ingin ikut bersolidaritas dan mengungkap rasa berbelasungkawa untuk kehilangan yang dirasakan rakyat Iran. Dan sekaligus NOEND persembahkan dalam dua versi lirik. Yang berbahasa Indonesia dan Inggris (Tehran Dont You Cry).
Paska produksi lagu tersebut melalui eL RECORD entertainment, NOEND telah merilis lagu ini, telah tayang, dan dapat diakses disejumlah platform music digital, pada 16 Maret 2026 ini. Dengan bangga, bersemangat disertai rasa keprihatinan global sebagai sesama warga dunia yang mencintai setiap jengkal rasa perdamaian, dan terus menjaga kilometer panjang perjuangan kemanusiaan dan keadilan umat manusia, di atas segalanya
(Ysf)






