Diikuti 5.000 Peserta, Hari Santri 2026 di Banjarmasin Tegaskan Peran Santri Menguatkan Negeri

IMG-20261026-WA0081

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini menyoroti kontribusi santri dalam pembangunan bangsa, kepedulian sosial, dan upaya menjaga lingkungan.

SINARBANUA.COM, BANJARMASIN – Lebih dari 5.000 santri dan pegawai Kementerian Agama memadati kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Asrama Haji Kelas I Banjarmasin, Kamis (22/10/2026).

Peserta berasal dari tiga wilayah, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Selain mengikuti upacara, momentum tersebut diwarnai doa bersama untuk keselamatan Kalimantan Selatan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, menegaskan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk memperkuat peran kalangan pesantren dalam perjalanan pembangunan bangsa.

Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu melalui pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta pengabdian yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menjadi penegasan bahwa santri masa kini harus mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai agama dan akhlak mulia.

Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi santri yang berdaya saing serta mampu mengambil peran dalam kemajuan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Tambrin juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar Kalimantan Selatan terhindar dari bencana, khususnya karhutla yang berpotensi mengganggu keselamatan dan aktivitas warga.

Doa turut dipanjatkan bagi petugas dan relawan yang bekerja menangani kebakaran agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan selama menjalankan tugas.

Pesan kepedulian itu memperlihatkan bahwa peran santri tidak hanya berada di lingkungan pendidikan keagamaan. Santri juga diharapkan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Upaya menjaga Banua, termasuk mencegah kebakaran lahan dan meningkatkan kesadaran lingkungan, membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Tambrin menyampaikan apresiasi kepada Polda Kalimantan Selatan, para pimpinan pondok pesantren, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan.

Melalui Hari Santri Nasional 2026, Kementerian Agama berharap semangat persatuan, pengabdian, dan kepedulian sosial semakin tumbuh, sehingga santri dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkarakter. (SB)