Ketum P3HI Ucapkan Selamat & Sukses Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Nurul Listiyani, S.H., M.H.

0

BANJARMASIN; sinarbanua.com| KETUA  umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) H. Aspihani Ideris, S.A.P., S.H., M.H. mengucapkan selamat kepada sejumlah advokat muda yang baru saja melaksanakan Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Palangka Raya. Pengambilan Sumpah Advokat tersebut di pimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya, bapak Sujatmiko, SH,

“Semoga ibu Prof. Dr. Nurul Listiyani, S.H., M.H. Senantiasa dianugerahi usia yang penuh berkah, sehingga dapat terus menebarkan manfaat, kebaikan dan mengamalkan ilmu pengetahuannya bagi kemajuan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin,” ucap H. Aspihani Ideris, S.A.P., S.H., M.H. saat di temui oleh sejumlah awak media di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Senin (28/10/2024).

H. Aspihani Ideris, S.AP, SH, MH dan Prof. Dr. Nurul Listiyani, SH, MH seusai pengukuhan guru besar di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, 28 Oktober 2024 (foto istimewa)

Dalam pengukuhan guru besar ini, tampak ratusan dosen lingkup Uniska Banjarmasin berhadir memenuhi gedung pertemuan Hotel Rattan Inn Banjarmasin.

Dikutip melalui website Telkom University, mengacu pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru Besar adalah jabatan fungsional tertinggi bagi Dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi.

Setiap dosen yang memangku jabatan fungsional tertinggi tersebut kemudian akan diberi gelar Profesor. Sehingga jangan lagi keliru mengartikan jika Profesor adalah gelar akademik, karena tidak didapatkan dengan menempuh pendidikan tinggi.

Melainkan dengan memangku jabatan fungsional tertinggi dan itupun hanya bisa diraih oleh seorang dosen. Sebab jenjang jabatan fungsional Guru Besar memang hanya ditujukan untuk dosen di Indonesia, bukan untuk profesi lain.

Ketika seorang dosen berhasil diangkat menjadi Guru Besar maka biasanya akan ada upacara pengukuhan Guru Besar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengukuhan adalah proses, cara, perbuatan mengukuhkan (kedudukan, pangkat, jabatan).

Secara sederhana, pengukuhan Guru Besar adalah kegiatan resmi di lingkungan pendidikan tinggi untuk mengesahkan dosen ketika berhasil memangku jabatan fungsional Guru Besar. Secara umum, acara pengukuhan hanya untuk jenjang Guru Besar.

Kenapa? Salah satu alasannya adalah karena Guru Besar merupakan jenjang jabatan fungsional tertinggi. Sehingga syarat untuk bisa meraih jenjang ini terbilang sulit dan belum semua dosen berhasil meraihnya.

Penghormatan besar pun diberikan kepada dosen yang berhasil menjadi Guru Besar. Pada saat upacara pengukuhan inilah, Anda mungkin perlu menyusun ucapan pengukuhan Guru Besar. Apalagi jika dosen tersebut punya hubungan baik dan dekat dengan Anda. (bani)

 

 

 

 

 

Pertamina Patra Niaga Gelar Grand Final Bright Gas Cooking Competition 2026 9 Finalis Siap Adu Kreasi dalam Grand Final Bright Gas Cooking Competition 2026 PT PERTAMINA Patra Niaga kembali menggelar puncak acara Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2026. Setelah sukses melalui tahap kualifikasi di Tegal, Palembang, dan Yogyakarta, sembilan finalis terbaik siap beradu kemampuan kuliner pada babak Grand Final yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 13.00 WIB di Bintaro Jaya Xchange Mall Park, Tangerang Selatan. Sembilan finalis yang akan berlaga berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang dan pengalaman kuliner yang beragam. Mereka adalah Annis Indriastutie, Irfan Yulianto Dwi Santoso dan Hawa Cahya Abadi yang merupakan pemenang semifinal Yogyakarta. Selanjutnya, dari semifinal Palembang, terdapat Jason Buntararam, Muhammad Azwar, dan Endri Supriatna. Sementara itu, tiga finalis pemenang semifinal Tegal adalah Devan Andhika, Felly Sitta Mayasari dan Bobby Utomo Putra. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa BGCC merupakan wadah bagi masyarakat untuk mengeksplorasi kreativitas di bidang kuliner. “Kami melihat memasak bukan sekadar menyiapkan hidangan, tetapi juga sarana berekspresi dan membuka peluang potensi diri. Kami berharap BGCC 2026 memberikan pengalaman yang inspiratif bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan,” ujar Kitty. Pada babak penentuan ini, para peserta akan ditantang mengolah bahan utama misterius (mysterious ingredients). Kreasi mereka akan dinilai langsung oleh juri profesional, yakni Chef Yuda Bustara, Chef Firhan Ashari, dan food blogger Magdalena Fridawati. Ajang bergengsi ini memperebutkan hadiah istimewa berupa Culinary Art Course di Le Cordon Bleu Thailand (termasuk tiket dan akomodasi), tabung Bright Gas 12 kg, action cam, serta uang tunai senilai Rp75 juta (Juara 1), Rp45 juta (Juara 2), dan Rp25 juta (Juara 3). Selain kompetisi, pengunjung Bintaro Jaya Xchange Mall Park dapat menikmati berbagai hiburan, seperti aneka kuliner, demo memasak dari Juara 1 BGCC 2023 Ivone Destrianawati, penampilan musisi Inul & Adam, hingga aneka doorprize. Tersedia juga promo menarik di lokasi acara, seperti program Tukar Tambah 1 tabung LPG 3 kg ke Bright Gas 5,5 kg, diskon isi ulang Bright Gas hingga Rp25.000 via MyPertamina, dan promo e-commerce Bright Gas (Shopee, TikTok Shop, Tokopedia) khusus area Tangerang Selatan berhadiah merchandise eksklusif.

Leave a Reply

You may have missed

Pertamina Patra Niaga Gelar Grand Final Bright Gas Cooking Competition 2026 9 Finalis Siap Adu Kreasi dalam Grand Final Bright Gas Cooking Competition 2026 PT PERTAMINA Patra Niaga kembali menggelar puncak acara Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2026. Setelah sukses melalui tahap kualifikasi di Tegal, Palembang, dan Yogyakarta, sembilan finalis terbaik siap beradu kemampuan kuliner pada babak Grand Final yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 13.00 WIB di Bintaro Jaya Xchange Mall Park, Tangerang Selatan. Sembilan finalis yang akan berlaga berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang dan pengalaman kuliner yang beragam. Mereka adalah Annis Indriastutie, Irfan Yulianto Dwi Santoso dan Hawa Cahya Abadi yang merupakan pemenang semifinal Yogyakarta. Selanjutnya, dari semifinal Palembang, terdapat Jason Buntararam, Muhammad Azwar, dan Endri Supriatna. Sementara itu, tiga finalis pemenang semifinal Tegal adalah Devan Andhika, Felly Sitta Mayasari dan Bobby Utomo Putra. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa BGCC merupakan wadah bagi masyarakat untuk mengeksplorasi kreativitas di bidang kuliner. “Kami melihat memasak bukan sekadar menyiapkan hidangan, tetapi juga sarana berekspresi dan membuka peluang potensi diri. Kami berharap BGCC 2026 memberikan pengalaman yang inspiratif bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan,” ujar Kitty. Pada babak penentuan ini, para peserta akan ditantang mengolah bahan utama misterius (mysterious ingredients). Kreasi mereka akan dinilai langsung oleh juri profesional, yakni Chef Yuda Bustara, Chef Firhan Ashari, dan food blogger Magdalena Fridawati. Ajang bergengsi ini memperebutkan hadiah istimewa berupa Culinary Art Course di Le Cordon Bleu Thailand (termasuk tiket dan akomodasi), tabung Bright Gas 12 kg, action cam, serta uang tunai senilai Rp75 juta (Juara 1), Rp45 juta (Juara 2), dan Rp25 juta (Juara 3). Selain kompetisi, pengunjung Bintaro Jaya Xchange Mall Park dapat menikmati berbagai hiburan, seperti aneka kuliner, demo memasak dari Juara 1 BGCC 2023 Ivone Destrianawati, penampilan musisi Inul & Adam, hingga aneka doorprize. Tersedia juga promo menarik di lokasi acara, seperti program Tukar Tambah 1 tabung LPG 3 kg ke Bright Gas 5,5 kg, diskon isi ulang Bright Gas hingga Rp25.000 via MyPertamina, dan promo e-commerce Bright Gas (Shopee, TikTok Shop, Tokopedia) khusus area Tangerang Selatan berhadiah merchandise eksklusif.