Layanan PTMB Lumpuh Total 5 Hari, Warga Bumi Rengganis Balikpapan Menagih Janji Wali Kota

IMG20261011073459

Keterangan foto Subhan dan Aspihani Assegaf

sinarbanua.com; BALIKPAPAN — Warga Komplek Bumi Rengganis, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluhkan terhentinya suplai air bersih dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Gangguan layanan yang sudah berlangsung selama lima hari ini membuat aktivitas harian masyarakat melumpuh total.

Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap kebutuhan dasar harian warga, mulai dari kebutuhan memasak, MCK (mandi, cuci, kakus), hingga operasional usaha mikro di wilayah pemukiman tersebut.

Salah seorang warga setempat, Subhan, S.H., menyuarakan kekecewaan mendalam atas lambatnya penanganan dan tidak adanya kepastian dari pihak pengelola air minum milik daerah tersebut.

“Air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, saat ini menjadi barang yang sulit didapatkan bagi sebagian besar warga. Bagaimana janji-janji Pak Wali Kota di saat kampanye dulu untuk mempermudah pelayanan dan menyejahterakan masyarakat?” tegas Subhan kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).

Advokat yang berkantor di Komplek Bumi Rengganis Blok 7C RT. 34 No. 81 tersebut menilai, krisis air minum di Balikpapan merupakan persoalan klasik yang tak kunjung menemukan solusi konkret. Ia berharap pihak manajemen PTMB bergerak cepat dan tidak terkesan membiarkan penderitaan warga.

“Bahkan sangat disayangkan, pihak PDAM terindikasi menjual air bersih ke masyarakat di saat warga mengalami krisis suplai air tersebut,” tukas Subhan.

Sorotan LEKEM Kalimantan dan P3HI

Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Lembaga Kerukunan Masyarakat (LEKEM) Kalimantan, Aspihani Assegaf, S.A.P., S.H., M.H., turut menyayangkan lambatnya penanganan krisis air PDAM di Kota Balikpapan.

“Banyak langkah dan solusi yang seharusnya dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengatasi krisis air PDAM ini. Jangan diam saja dari banyaknya opsi langkah yang bisa diambil,” ucap Aspihani, yang juga berkantor di Komplek Bumi Rengganis Blok 7C RT. 34 No. 81, Kelurahan Gunung Bahagia Kota Balikpapan.

Sebagai langkah jangka pendek, warga mendesak PTMB segera mengirimkan bantuan armada mobil tangki air secara gratis ke wilayah-wilayah terdampak parah, khususnya di RT 34 Gunung Bahagia, guna meringankan beban masyarakat.

“Kami tidak hanya butuh penjelasan teknis terkait kendala di lapangan, tapi kami butuh aksi nyata mendesak. Minimal distribusikan bantuan air tangki gratis untuk warga terdampak, sebab warga sudah sangat kesulitan dan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air eceran,” tambah Aspihani, yang juga merupakan Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI).

Aspihani juga mempertanyakan keseriusan pihak pengelola dalam memberikan hak pelayanan publik dasar kepada warga.

“Apakah perlu kami melakukan gugatan hukum terhadap Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terlebih dahulu baru diberikan pelayanan yang prima?” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, warga Komplek Bumi Rengganis masih menunggu iktikad baik dan respons cepat dari direksi PTMB maupun Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera memulihkan aliran air bersih di wilayah mereka.

Jurnalis: Vina Astalina