Lewat Rap, Konten, dan Akting, Bang Jopanda Terus Menjaga Eksistensi di Dunia Hiburan

1788792954-picsay

SINARBANUA.COM, Jakarta – 7/9/2026, Perjalanan karier di dunia hiburan tak pernah instan bagi sosok multitalenta ini. Sejak kecil ia aktif bermain drama gereja dan mengikuti paduan suara, hingga akhirnya memutuskan merantau ke Jakarta pada 2013 untuk mengejar impian sebagai aktor. Selama empat tahun, ia memulai dari peran figuran sebelum akhirnya tampil di berbagai sinetron, FTV, dan film layar lebar.

Selain berakting, ia juga dikenal sebagai rapper dan content creator. Bakat musiknya tumbuh dari keluarga seniman, sementara kemampuan rap diasah sejak duduk di bangku SD berkat sang ayah. Namanya mulai dikenal luas saat menjadi host Bigo Live Indonesia pada 2017 dengan aksi freestyle rap, bahkan masuk nominasi host “Ter-Rusuh” pada 2018 berkat kontennya yang unik dan interaktif.

Di dunia digital, ia aktif sebagai content creator sejak 2016 bersama komunitas Content Creator Malang (CCM). Melalui komunitas tersebut, ia berkolaborasi dengan berbagai YouTuber, selebgram, hingga DJ. Kariernya juga sempat merambah ke Filipina pada akhir 2017 sebagai talent dalam sejumlah produksi film lokal, memanfaatkan jaringan keluarga dari garis keturunan sang ibu.

Di bidang musik, karya yang paling dibanggakannya adalah lagu kolaborasi bersama Theo Arista berjudul “Ku Akui”. Lagu rap romantis tersebut menceritakan perjalanan emosional Bang Jopanda yang untuk pertama kalinya merasakan cinta dengan sepenuh hati kepada seorang wanita. Menurutnya, lagu itu menjadi simbol fase pengabdian total kepada seseorang yang dicintai dan lahir dari pengalaman pribadi yang penuh makna.

Dalam proses berkarya, ia menulis lirik berdasarkan memori masa lalu, pengamatan terhadap lingkungan, hingga imajinasi spontan saat bepergian. Ia mengaku terinspirasi oleh gaya permainan kata khas Vicky Prasetyo. Sementara itu, konten digital yang dibuatnya mengusung konsep mengalir secara alami dari aktivitas sehari-hari, sekaligus menjadi media dokumentasi perjalanan hidup dan sarana evaluasi diri bersama para pengikutnya di media sosial.

Tak hanya aktif berkarya, ia juga menjadi pelopor komunitas Solidarity Squad Malang Raya bersama Steven Valerian di bawah arahan Vicky Prasetyo. Saat ini, ia tengah menggarap proyek film layar lebar bersama aktor, produser, dan sutradara Mathew Strumman di bawah Strum Production dan Yayasan D’Mart Thitiek Tengger. Dalam perjalanan kariernya, ia mendapat dukungan penuh dari manajernya, Tygor Saragih, serta kedua orang tua dan dua adik perempuannya yang selalu menjadi penyemangat untuk terus berkarya di industri hiburan.

(Ysf)