Penanganan Karhutla Tak Kunjung Usai, LEKEM Kalimantan Nilai Pemerintah Pusat dan Daerah Gagal

1792471720666

PALANGKA RAYA — sinarbanua.com; Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terus berulang dan tak kunjung usai di Kalimantan Tengah (Kalteng) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Lembaga Kerukunan Masyarakat (LEKEM) Kalimantan menilai pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalteng lamban dan gagal dalam memberikan penanganan yang efektif serta berkelanjutan terhadap bencana tahunan ini.

​Direktur Eksekutif LEKEM Kalimantan, Aspihani Ideris Assegaf, secara tegas menyuarakan kekecewaan massa dan masyarakat luas atas minimnya aksi nyata serta solusi konkret di lapangan.

“Dampak asap yang kian memburuk tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, menghambat proses belajar mengajar di sekolah, serta mematikan roda perekonomian daerah, kata Aspihani Ideris Assegaf, Selasa (20/10/2026) saat di minta tanggapannya oleh sejumlah wartawan.

​Dalam keterangannya, Direktur Eksekutif LEKEM Kalimantan, Aspihani Ideris Assegaf meminta:

    1. ​Ketegasan Pemerintah Pusat dan Daerah: Pemerintah tidak boleh hanya responsif saat bencana memuncak, melainkan harus memiliki strategi pencegahan dan evaluasi menyeluruh atas kegagalan penanganan selama ini.
    2. ​Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Aparat penegak hukum didesak untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik individu maupun korporasi yang terbukti terlibat.
    3. ​Peningkatan Alokasi Sumber Daya dan Personel: Memaksimalkan sarana, prasarana, serta dukungan anggaran bagi petugas lapangan dan relawan yang berada di garis depan pemadaman.
    4. ​Perlindungan Kesehatan Masyarakat: Pemerintah diminta segera mendirikan posko kesehatan gratis dan mendistribusikan sarana perlindungan diri (seperti masker standar) secara masif kepada warga terdampak asap.

​“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan menjadi rutin berulang setiap tahun. Pemerintah harus menunjukkan taji dan keseriusannya. Jangan biarkan rakyat Kalteng terus-menerus mengorbankan kesehatan dan masa depan mereka akibat asap karhutla,” tegas Aspihani.

​LEKEM Kalimantan menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan bencana ini dan siap menggalang aksi kepedulian sosial guna mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkrit demi mengakhiri krisis lingkungan di Kalimantan Tengah, tukasnya.

Jurnalis: bhany