Jokowi Tidak akan Pasangkan Gibran dengan Prabowo pada Pilpres 2029

Joko Widodo

sinarbanua.com; JAKARTA| DIREKTUR Rumah Politik Indonesia Fernando Emas memprediksi, mantan presiden Joko Widodo atau Jokowi akan membuat poros sendiri dalam Pilpres tahun 2029 mendatang.

Hal itu dikatakan Fernando ihwal beberapa hari belakangan ada wartawan yang bertanya kepada Jokowi terkait dengan Prabowo-Gibran dua periode, namun dijawab bahwa pemilu masih jauh.

“Tentu jawaban tersebut bukan karena Jokowi kehilangan harapan memasangkan Gibran Rakabuming Raka dengan Prabowo Subianto pada pilpres 2029 yang akan datang. Akan tetapi Jokowi akan semakin mantap membuat poros sendiri dalam Pilpres 2029 nanti,” ujar Fernando Senin 12 Oktober 2026.

Fernando meyakini, Jokowi sudah melihat dan membaca potensi politik kedepan terkait dengan Pilpres 2029.

“Sepertinya saya dan Jokowi memiliki keyakinan yang sama yaitu kontestasi Pilpres 2029 akan datang tanpa Prabowo Subianto sebagai kontestan,” ujar Fernando.

Menurut Fernando, pertemuan dengan Prabowo selama sekitar dua jam di daerah Jalan Kertanegara meyakinkan Jokowi bahwa presiden kedelapan tersebut tidak memiliki kemampuan dan ketangguhan menuntaskan masa jabatan sampai 2029.

“Selain itu melihat situasi stabilitas politik saat ini yang semakin tidak menentu dan hiruk-pikuk untuk hal yang tidak penting sehingga ada penyesalan karena memberikan keberlanjutan kepemimpinannya kepada Prabowo dengan membiarkan Gibran menjadi wakilnya,” ungkapnya.

Dijelaskan Fernando, Jokowi tentu sudah melihat kegelisahan rakyat. Karena situasi yang tidak menentu serta harapan perbaikan ekonomi yang tidak kunjung tiba membuat adanya gerakan masyarakat sipil menuntut suatu perubahan kepemimpinan.

“Selain itu bagaimana efisiensi anggaran tidak sejalan dengan kenyataan. Bahwa terjadi pemborosan dengan semakin banyaknya perangkat pendukung pemerintahan yang dianggap hanya untuk melanggengkan kekuasaan sehingga membuat rakyat bergerak,” urainya

Lebih lanjut Fernando menjelaksan, tentu Jokowi sudah melihat itu dan tidak berharap memasangkan Gibran dengan Prabowo Subianto.

“Karena polemik ijazah Gibran menyatukan milenial untuk mendukung Wapres ke-14 tersebut menjadi presiden ke-9. Seolah-olah mereka ingin mengatakan kepada Gibran, bahwa: “Nggak ada Lo, Pilpres 2029 nlNggak Rame”,” pungkas Fernando. (TIM)