LEKEM Kalimantan Kecam Krisis Air Bersih di Balikpapan: Janji Manis Wali Kota Cuma “Tong Kosong”!

0
Gusti Wahyudi

BANJARMASIN — sinarbanua.com; Lembaga Kerukunan Masyarakat (LEKEM) Kalimantan mengecam keras krisis air bersih yang terus menjerat warga Kota Balikpapan. Sebagai kota metropolitan sekaligus gerbang utama penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), kondisi ironis ini dinilai sebagai bukti nyata kegagalan kepemimpinan daerah.

Temuan miris tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal LEKEM Kalimantan, Gusti Wahyudi, usai melakukan kunjungan kerja ke kantor cabang LEKEM Kalimantan di Balikpapan baru-baru ini.

“Kemarin saya turun langsung ke Balikpapan. Sangat ironis! Kota besar yang digadang-gadang menjadi etalase modern penyangga IKN di Kalimantan Timur ini justru merangkak kesulitan air bersih, kebutuhan paling mendasar rakyatnya,” cetus Gusti Wahyudi dengan nada tegas di Banjarmasin, Rabu (14/10/2026).

Gusti membeberkan penderitaan warga Balikpapan yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan air bersih dari para pedagang eceran. Layanan air minum milik daerah (PDAM) dinilai jauh dari kata layak dan sangat mengecewakan.

“Masyarakat harus membeli air bersih sendiri untuk bertahan hidup. Kalaupun air PDAM mengalir, kucurannya sangat kecil, bahkan lebih sering mati. Ini kota modern atau bukan?” serunya.

Atas kondisi memprihatinkan yang tak kunjung usai ini, petinggi LEKEM Kalimantan tersebut menuding Wali Kota Balikpapan hanya menebar janji palsu tanpa ada eksekusi nyata di lapangan.

“Janji-janji manis Wali Kota Balikpapan selama ini ternyata cuma tong kosong nyaring bunyinya! Mana bentuk tanggung jawab moral dan politik seorang pimpinan terhadap masyarakat yang telah memilihnya?” tegas Gusti.

LEKEM Kalimantan mendesak Pemerintah Kota Balikpapan untuk tidak bersembunyi di balik wacana dan segera mengambil langkah konkret.

Pembangunan infrastruktur IKN yang megah di Kaltim akan menjadi sindiran keras jika kebutuhan dasar warga Balikpapan sendiri justru terabaikan. cecernya.

Uniknya lagi, kata Gusti Wahyudi kendala aliran ledengnya selalu macet, malah pembayaran iuran bulanananya malah mahal dari biasa yang jalannya lancar, tukasnya. (red; TIM)

Leave a Reply