Vina Astalina

Vina Astalina Assegaf lahir di Banjarmasin, 22 Maret 2006, adalah anak kedua dari pasangan suami-istri Aspihani dan Herlina.

Di saat sekarang Vina Astalina binti Aspihani Assegaf hidup memiliki 4 bersaudara se ayah, yaitu:

  1. Ersa Virosha Assegaf binti Aspihani yang tinggal di Tasikmalaya, kelahiran 30 Juni 2007 beda ibu dengan Vina Astalina, yaitu Rosa Astina, juga;
  2. Villa Garneta Assegaf binti Aspihani yang lahir di Banjarmasin, 21 Maret 2012 dan Sayyid Hafidz Assegaf bin Aspihani kelahiran Banjarmasin, 16 September 2019 dari ibu Normilawati.

Nama Vina Astalina sekarang berdomisili di Loa Janan Kilo 4 belakang RM Tahu Semedang (Samarinda Seberang) Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, mengacu pada dua figur publik yang aktif di wilayah Kalimantan, yakni:

  1. Jurnalis dan perwakilan Kalimantan Timur di media online sinarbanua.com dan suarakalimantan.com;
  2. Mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah yang aktif dalam kepengurusan media dan kemahasiswaan.

Vina Astalina binti Aspihani bin Ideris bin Abdurrasyid bin Kumau bin Tukus bin Abdullah bin Alwi bin Ali Assegaf bin Abu Bakar bin Muhammad bin Ja’far bin Abdurrahman bin Abu Bakar bin Muhammad bin Abdullah Al-Wahab Al-Banahsan bin Ali Al-Wahath bin Hasan bin Ali bin Abu Bakar bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali Maulad Darak bin Alwi Al-Ghuyur bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Jamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Al-Awsat (Imam Ali Zainal ‘Abidin) bin Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra.

Asal usul marga Assegaf termasuk salah satu marga tertua di kalangan Habaib keturunan Nabi Muhammad ﷺ. Assegaf atau As-Saqqaf (السقاف) merupakan marga yang sangat populer di antara ratusan marga Habaib di dunia.

Orang pertama yang digelari Assegaf ialah Waliyullah Abdurrahman bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam.

Gelar as-Saqqaf (Assegaf) ini disandang beliau karena menjadi pengayom para wali di zamannya.

Untuk diketahui, marga keturunan Nabi Muhammad ﷺ baik di Yaman dan di berbagai negara semuanya bermuara kepada Imam Abdurrahman Assegaf.

Beliau adalah Wali yang nasabnya bersambung kepada Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam (574-653 H), sesepuh para Habaib/Sayyid di Yaman dan Asia Tenggara.

Imam Muhammad Al-Faqih Al-Muqoddam sendiri adalah anak cucu dari Imam Ahmad bin Isa Al-Muhajir, keturunan Nabi yang hijrah pertama ke Hadhramaut Yaman.

Beliau generasi ke-8 keturunan Nabi Muhammad ﷺ dari jalur Sayyidina Husain bin Ali, suami Sayyidah Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah ﷺ.

Asal Usul Marga Assegaf Mengutip keterangan dari Habib Ahmad Kazim Al-Kaff, Imam Abdurrahman Assegaf adalah putra dari Imam Muhammad Mauladdawilah. Ibunya bernama Syarifah Aisyah binti Abu Bakar Al-Wara bin Ahmad bin Muhammad Faqih Muqaddam. Imam Abdurrahman Assegaf memiliki tujuh anak perempuan, yaitu Maryam, Bahiyah, Fatimah, Asma, Aisyah, Alwiyah As-Sughra dan Alwiyah Al-Kubra. Semuanya adalah wanita mulia dan ahli ibadah.

Sedangkan anak laki-lakinya berjumlah 13 orang, enam yang keturunannya terputus yaitu Umar Muhdhar, Muhammad, Ahmad, Ja’far, Syeikh dan Hasan.

Sedangkan tujuh lainnya tetap lestari menurunkan Assegaf serta marga-marga lain yaitu:
1. Abu Bakar As-Sakran
2. Ali
3. Alwi
4. Abdullah
5. Agil
6. Husein
7. Ibrahim.

Imam Abdurrahman digelari Assegaf yang bermakna “atap”, karena kedudukan beliau di antara para wali di zamannya bagaikan kedudukan atap dalam rumah.

Saking tinggi dan luhurnya derajat kewalian beliau. Beliau adalah Quthub yang menjadi pelindung umat, ulama dan para wali di zamannya.

Ada juga berpendapat bahwa julukan Assegaf yang disandang beliau karena mengayomi para Wali dan ulama di zamannya agar terhindar dari perkara bid’ah.

Para ulama ahli hakikat menamakan beliau ‘as-Saqqaf’ karena menutupi keadaannya dari penduduk di masanya.

Imam Abdurrahman Assegaf lahir di Tarim Hadhramaut Yaman Tahun 739 Hijriyah dan wafat di kota yang sama Tahun 819 H. Beliau dimakamkan di Zanbal bersama datuk-datuknya..

Wallahu A’lam