Polda Kalsel di Garis Depan Lawan Karhutla, IMM: Jangan Bekerja Sendiri

IMG-20260902-WA0022

Ferry Setiadi menilai kolaborasi aparat, pemerintah, mahasiswa dan masyarakat menjadi kunci memutus meluasnya kebakaran.

SINARBANUA.COM, BANJAR – Di tengah perjuangan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kolaborasi lintas elemen dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Selatan, Ferry Setiadi, memberikan apresiasi terhadap Polda Kalsel yang dinilainya masih menjadi salah satu garda terdepan dalam menghadapi Karhutla.

Pengerahan personel ke lokasi kebakaran menjadi bukti bahwa penanganan tidak berhenti pada koordinasi, tetapi dilakukan dengan turun langsung menghadapi kondisi di lapangan.

Namun Ferry mengingatkan, besarnya skala Karhutla membuat persoalan tersebut terlalu berat apabila hanya dibebankan kepada aparat.

“Ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan organisasi kemahasiswaan untuk memperkuat gerakan penanganan Karhutla.

Apalagi, mahasiswa yang turun langsung ke lokasi dapat merasakan sendiri bagaimana beratnya medan yang harus dihadapi petugas.

Bukan sekadar panas dan asap, tetapi juga kondisi medan yang terkadang menyulitkan proses pemadaman.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan pandangan IMM bahwa penanganan Karhutla membutuhkan gerakan kolektif.

IMM Kalsel pun membuka peluang untuk mengonsolidasikan kelompok Cipayung, BEM se-Kalimantan Selatan dan organisasi mahasiswa lainnya.

“Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk ikut andil dalam gerakan membantu perihal masalah Karhutla ini,” katanya.

Ferry menegaskan, semangat yang dibangun bukan untuk mengambil alih peran institusi terkait, melainkan memperkuat gerakan bersama.

Sebab, menghadapi Karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi bagaimana seluruh komponen daerah memiliki kepedulian yang sama terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan. (SB)