Yaumul Milad Ke-62 Gusti Mona Herliani, 23 Mei 1964 – 23 Mei 2026

IMG-20260523-WA0005(1)

Barakallahu Fii Umrik. Ucapan penuh do’a dan harapan disampaikan sejumlah tokoh aktivis Kalimantan Selatan hingga tokoh nasional kepada Gusti Mona Herliani di momen Yaumul Miladnya Ke-62 tahun. Hal demikian sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan seorang Mona perempuan Banua yang berpartisipasi dan memiliki pemikiran dedikasi yang tinggi terhadap Banua Kalimantan Selatan.

SINARBANUA.COM, BANJARMASIN – Nuansa hangat, religius, dan penuh penghormatan menyelimuti peringatan Yaumul Milad Ke-62 Bunda Gt. Mona Herliani pada Sabtu (23/5/2026). Sosok yang dikenal sebagai aktivis perempuan Banua itu mendapat ucapan dan do’a dari sejumlah tokoh banua, hingga tokoh nasional, diantaranya dari Bahauddin seorang aktivis Kalimantan Selatan.

Melalui Ketua Umum KMPB Kalsel, Bahauddin, organisasi tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta kiprah Gt. Mona Herliani yang selama ini dinilai konsisten menginspirasi banyak perempuan di Banua.

“Selamat Yaumul Milad Ke-62 kepada Bunda Gt. Mona Herliani. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur yang berkah, kebahagiaan, dan keberkahan dalam setiap langkah perjuangan beliau,” ujar Bahauddin.

Menurutnya, Gt. Mona Herliani bukan hanya dikenal sebagai figur perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga menjadi simbol keteduhan, keteguhan, serta semangat perjuangan perempuan Banua.

Dalam momentum penuh makna tersebut, KMPB Kalsel turut memanjatkan doa agar setiap pengabdian dan langkah perjuangan yang dijalankan Bunda Gt. Mona Herliani menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

“Semoga beliau selalu diberikan kekuatan dalam menginspirasi perempuan Banua agar terus maju, mandiri, dan berkontribusi untuk masyarakat. Sosok beliau adalah teladan yang menghadirkan kesejukan dan semangat kebersamaan,” tambahnya.

Peringatan milad itu juga menjadi refleksi akan pentingnya peran perempuan dalam membangun harmoni sosial, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menjaga budaya Banua yang religius dan penuh kebersamaan.

Dengan iringan doa dan harapan terbaik, KMPB Kalsel berharap Bunda GT. Mona Herliani senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT serta terus menjadi cahaya inspirasi bagi banyak orang di Kalimantan Selatan.

Tampak pula pada sebuah akun facebook, Aspihani Assegaf tanggal 23 Mei 2026 tertuliskan:

Barakallah fii umrik, Rantau, 23 Mei 1964 – 23 Mei 2026 Kakakku tersayang! Gusti Mona Herliyani ani Ke 62 tahun. Semoga di usia yang baru ini, Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan serta panjang umur, sehingga bermanfaat untuk Banua Kalimantan serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terima kasih Kakaku sayangg sudah menjadi sosok kakak yang luar biasa dan selalu menginspirasiku.

Aspihani Ideris adalah nama besar Aspihani bin Ideris bin Sayyid Abdurrasyid Assegaf, di ketahui ia adalah seorang tokoh nasional yang berasal dari anak Banua Kalimantan Selatan. Beliau juga di kenal seorang pencetus awal pada 23 Januari 1998 guna pengusulan Pemekaran Kabupaten Gambut Raya yang akan memisahkan diri dari Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Seorang Aspihani juga di ketahui pada tahun 2018 mendirikan organisasi advokat yang berskala nasional. Organisasi Advokat tersebut bernama “PERKUMPULAN PENGACARA DAN PENASEHAT HUKUM INDONESIA (P3HI)“, hingga saat ini sudah anggotanya menyebar dan memiliki jaringan di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.

Hubungan antara Gusti Mona Herliyani dan Aspihani Ideris sangat harmonis, mereka berdua beranggapan saudara angkat dunia-akhirat. Namun terlihat akrab layaknya nak saudara kandung sendiri. (SB)